Perjalanan kali ini saya mulai dari cerita yang mana dulu yaa?? Saya juga bingung mau mulai darimana. Ya seperti itulah saya bercerita. Dimulai dengan kebingungan. Mungkin saya mulai dari cerita keberangkatan saja lah yaa. Cerita pengurusan administrasi dan lain sebagainya akan saya ceritakan di lain cerita deh hihihiii. Baiklah kawan saya mulai ceritanya yaa. Perjalanan saya dan vita untuk sebuah kelanjutan dimulai dari keberangkatan kami dari negara asal, Indonesia. Barang bawaan saya cukup sangat banyak dibanding barang bawaan vita. Saya membawa sejumlah koper dan sejumlah tas tentengan sedangkan vita hanya membawa koper dan beberapa tas tentengan lainnya.
Saya tiba di bandara sesuai dengan perkiraan lamanya perjalanan saya. Saya tiba lebih awal dibanding vita karena jarak tempuh saya yang lebih jauh, jadi saya berangkat ke bandara lebih awal daripada vita. Rasa kantuk yang masih menjadi, menemani mata saya selama perjalanan. Namun mata tak dapat terpejam, entah perasaan apa ini. Sepertinya biasa saja karena saya pergi bersama teman baik dan kami sering sekali menghabiskan waktu bersama. Dag dig dug hampir tidak muncul (tapi tetap ada). Hahahaaa entah apa yang ada dibenak saya.
Subuh menjelang beriring dengan perjalanan kelanjutan saya ini. Perjalanan kelanjutan yang rasanya entah apa ini. Semuanya dibuntuti dengan kata biasa saja (dasar saya yang datar dan kurang emosional). Ya seperti senang tapi biasa saja, takut tapi biasa saja, sedih tapi biasa saja, ahh entahlah abaikan, saya lupa hahaa. Mari saya lanjut ya. Menaiki salah satu transportasi yang ada di udara. Kurang lebih enam jam saya terbang bersama pesawat menuju transitan, ya sebutan untuk tempat transit mungkin (saya hanya mengarang hohohoo). Di transitan yang mayoritas orang-orangnya berbahasa mandarin dan sistem yang berbeda dengan negara asal, saya cukup kewalahan dengan berbagai pertanyaan dalam angan. Ingat, ingat malu bertanya sesat di jalan lohh kawan-kawan. Hahaaa pasti sering dengar dong yaa.
Oke, oke saya turun dari pesawat, membawa satu koper kecil (bisa dibilang begitu, tapi cukup ribet juga saya membawanya). Saya dan vita menunggu pesawat ke bandara Kaohsiung yang pada boarding passnya sih bertuliskan angka 16.10 waktu setempat. Saat transit di hongkong, kami kebingungan dimana kami harus menunggu karena kami masih mencari-cari gate pesawat tujuan kita selanjutnya. Petugas-petugas di bandara tersebut juga tidak semuanya dapat berbicara dengan lancar. Akhirnya kami bergantian melihat ke papan pengumuman (hahaaa apalah itu namamya yang suka muncul tulisan-tulisan pesawat yang akan terbang). Pada saat sampai ke tempat transfer passanger, kami melihat (vita duluan sih kayanya) seorang perempuan yang sepertinya orang Indonesia juga. Maka vita menyapa orang itu. Ternyata benar dugaan jikalau orang itu orang Indonesia heheee. Mbak-mbak Indonesia itu juga memiliki tujuan yang sama dengan kami. Jadilah kami teman senasib.
Jalan ke sana kemari mencari kepastian hahaa. Capek tapi sekalian jalan-jalan. Biar tau gimana hebatnya bandara Hongkong (ndeso kali saya yaa??). Megahnya bandara Hongkong membuat kami sedikit kerepotan mencari gates yang sangat banyak sekali itu jumlahnya. Tapi petunjuknya jelas sih. Kami bingung pastinya, agar tidak tersesat dalam kemegahan (sedikit hiperbolis sebenernya), maka saya dan vita segera bertanya pada petugas setempat. Kami bertanya, menurut kami ini tepat, ke bagian gate information. Lalu apa yang terjadi di sana? Hmm biasa saja sebenernya. Dan petugas pun kurang menjawab rasa penasaran kami walaupun dia bisa menjawab pertanyaan kami. Hahaaa akhirnya kami pun dapat menemukan gate yang kami cari-cari. Yasudah saya pun leyeh-leyeh terlebih dahulu merebahkan badan (eh mendudukkan sebenarnya) untuk menghilangkan sedikit rasa capek pada badan ini.
Enam belas lewat 10 menit waktu setempat, ya kami akan melanjutkan perjalanan ke Kaohsiung sebelum mencapai kota tujuan kami, Tainan. Saya berjalan, ya, ya betul sambil menenteng tas koper yang seperti saya ceritakan sebelumnya. Saya akui deh, gerakan saya memang lambat sangat lambat mungkin dibandingkan petugas-petugas di sana hahaaa (leletnya saya yaa). Jadi, saya merasa sedikit kewalahan nih gara-gara pemeriksaan-pemeriksaan barang di bandara. Haduhh cerita saya sedikit melenceng nih ya ternyata heheee, gak masalah deh ya. Wahhh sekarang sudah waktunya pesawat take off yaitu jam enam belas lewat empat puluh menit. Perjalanan hongkong-kaohsiung memakan waktu sekitar 2 jam. Hooaahhmm sungguh mata ingin terlelap nih dan akhirnya terlelap juga beberapa saat. Beberapa saat kemudian, flight attendant datang membawakan makanan. Ketika makanan datang, saya masih terlelap tidur. Kecapean saya ini mungkin ya. Oke setelah itu tidak perlu diceritakan deh karena pastinya saya makan tapi langsung tidur lagi.
Hmm lupa sebenernya saya jam berapa sampe Kaohsiung. Sepertinya sih jam 18.50 waktu setempat kami sampai. Oiya sekedar informasi nih perbedaan waktu setempat dengan indonesia adalah 1 jam dan waktu setempat lebih dulu. Sampai di bandara, seperti yang dijanjikan oleh pihak universitas (mendaftar terlebih dahulua sih), kami akan dijemput nih. Oke kita keluar dari pintu kedatangan, mencari-cari si driver penjemput.
Ya yaa si penjemput memanggil. Saya kira penjemput itu bisa berbahasa Inggris tapi ternyata kami berkomunikasi dengan bahasa tubuh jadinya. Kami duduk dulu menunggu teman lainnya yang ternyata mau dijemput juga. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya datang juga 1 orang yang juga ikut jemputan. Tapi masalah menunggu yang ikut jemputan belum selesai. Nah orang yang muncul setelah kami ini ternyata juga orang Indonesia!! We were very exited bertemu teman Indonesia yang satu kampus untuk pertama kalinya hihiiii, maklum namanya juga anak baru.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya perjalanan pun dilanjutkan menuju asrama tempat kami akan berteduh selama kuliah. Ohiyaa ternyata perkiraan cuaca dari saya salah. Saya kira setibanya saya di kota tujuan, cuaca akan cukup dingin dengan angin-angin. Namun kenyataan berkata lain. Panas bahkan panas luar biasa. Yup akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Ceritanya akan berlanjut ke cerita harian saya part 1 yaaa. Tetap ikuti kabar dan cerita saya teman-teman danpara pembaca sekalian.
ENaknya kalo nunggu transit di bandara itu ya foto-foto. Makanya kamera saku harus selalu ada.
sudah bawa..tapi hasil photo belum saya publish di sini
“Barang bawaan saya cukup sangat banyak dibanding barang bawaan vita. Saya membawa sejumlah koper dan sejumlah tas tentengan sedangkan vita hanya membawa koper dan beberapa tas tentengan lainnya.”
Bedanya apa ya mi? ;p
sesuai janjimu, ditunggu lhooo cerita harian sama cerita ngurus administrasinya
bedakan kata2nya..yg ami ada kata sejumlah dan yg vita gak ada kann??hahaaaa..begitulah..iyaaa jeng icha ni malem ini mw mulai nulis negeri orang part 1 heheheeee
ralat, tas tentengan saya cuma satu yaa… kalo ami sejumlah tas tentengan, plus tas tentengan yang ada roda nya, plus bantal
amiiik, apa kabar?? lama banget ga ketemu, sekarang udah ke luar negeri aja! kereeen!! nerusin kuliah ya mik? sukses yaa, menuntut ilmu di kaohsiung
Alhamdulillah baiiikkk rizki..hehheheeee..actually i’m study at Tainan near Kaohsiung..hihihiiii..amiinnn..sukses selalu buat rizki jugaaa